Lebih Cepat dari PCR, GeNose C19 Juga Diklaim Punya Tingkat Presisi 93%

Lebih Cepat dari PCR, GeNose C19 Juga Diklaim Punya Tingkat Presisi 93%

Goolwaheritagecottages – Kehadiran alat pernapasan buatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19, diklaim mampu mendeteksi Covid-19 dengan lebih mudah, murah, dan cepat. GeNose dinilai mampu meredakan pandemi Covid-19.

Diakui oleh project leader GeNose PT Sigma Andalan Nusa, dr. Mochamad Isnaini, M.Kes, GeNose C19 atau Gadjah Mada Electronic Nose dinilai dapat mengetahui seseorang terpapar Covid-19 dengan tingkat ketelitian hampir 93%. “Masyarakat menginginkan yang aman, cepat dan akurat, tanpa perlu mencampuri hidung. GeNose akan menjawab kesalahan yang selama ini terjadi. Quick test berlaku selama 14 hari, sedangkan GeNose hanya 2 hari,” kata Dr. Mochamad Isnaini kepada wartawan di Yogyakarta. Ia menambahkan, PT Sigma Andalan Nusa, perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, klinik dan laboratorium, merupakan salah satu distributor resmi yang ditunjuk UGM untuk memasarkan alat deteksi Covid-19 ini di Indonesia. GeNose C19 sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan RI Kementerian Kesehatan RI AKD 20401022883. Selain mendukung Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Otak), mendapatkan izin edar dari Direktur- Jenderal farmasi dan kesehatan.

“Sayangnya petunjuk teknis dari Dirjen Bina Kesehatan (Pelayanan Kesehatan) belum keluar. Adapun juknis yang dikeluarkan dalam Rapid Test dan PCR,” kata Mochamad Isnaini. GeNose saat ini digunakan di sejumlah stasiun kereta api sebagai alat skrining bagi calon penumpang yang memilih alternatif antigen usap cepat. Itu juga merupakan pengakuan tidak langsung dari Kementerian Perhubungan, di bawah komando Budi Karya Sumadi.

“Ada respon positif dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Buktinya angkutan GeNose Air akan digunakan di seluruh bandara di Indonesia mulai 1 April mendatang. dimanfaatkan lebih luas, seperti pelabuhan, penyeberangan, dan hotel, sekolah, industri, perkantoran, hingga permukiman di perkotaan, ”kata Mochamad Isnaini. Harapannya, masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa merasa cemas. Pasalnya, mitigasi Covid-19 sudah terpetakan. Selain itu alat yang digunakan murah dan cepat.

“Sekaligus, alat ini menjawab kesalahan yang terjadi saat ini. Yakni dampak OTG yang banyak mengembara tapi tidak terekam. Karena GeNose merupakan alat canggih yang bisa dengan mudah dikelola, bahkan di kota-kota,” pungkasnya.

Sebelumnya, GeNose C19 resmi didistribusikan. Genose yang merupakan karya Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diluncurkan ke khalayak luas pada 1 Maret 2021 di Yogyakarta. PT Sigma Andalan Nusa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, klinik dan laboratorium merupakan salah satu distributor resmi yang ditunjuk oleh UGM untuk memasarkan alat deteksi Covid-19 ini yang ada di Indonesia.

GeNose C19 ini sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Kesehatan RI AKD 20401022883. Selain mendukung Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Otak), juga memiliki izin edar dari direktur menerima -Farmasi umum dan kesehatan. GeNose saat ini digunakan di sejumlah stasiun kereta api sebagai alat skrining bagi calon penumpang yang memilih alternatif antigen usap cepat. Itu juga merupakan pengakuan tidak langsung dari Kementerian Perhubungan, di bawah komando seorang Budi Karya Sumadi. Pendistribusian GeNose C19 sudah diberikan sebanyak 2021 unit. GeNose C19 dinilai lebih ringkas dan ringan dibandingkan perangkat pelacak Covid-19 lainnya. Pasalnya, deteksi virus Covid-19 di tubuh seseorang bisa dilakukan hanya dengan menghembuskan napas.

Artikel ini dikutip dari https://www.sukabuminewsupdate.com/